Di sebuah sekolah menengah pertama, ada seorang siswa bernama Rina. Rina adalah anak yang pendiam dan selalu membawa buku-bukunya ke sekolah. Ia tidak terlalu banyak berbicara dengan teman-temannya, dan lebih suka menyendiri. Namun, karena penampilannya yang sederhana dan sifatnya yang pemalu, Rina menjadi sasaran bullying oleh beberapa siswa di sekolahnya.
Pada awalnya, bullying yang diterima Rina hanya berupa ejekan ringan. Beberapa teman sekelasnya mulai memanggilnya dengan nama-nama buruk, seperti "nerd" atau "gugup". Meskipun Rina merasa sakit hati, ia mencoba untuk mengabaikan mereka dan fokus pada pelajarannya. Namun, perlakuan itu semakin buruk seiring berjalannya waktu.
Suatu hari, saat Rina sedang berjalan di koridor, beberapa anak laki-laki dan perempuan menghalangi jalannya. Mereka mulai mengejek penampilannya, mengatakan bahwa ia terlihat jelek dan bodoh. Salah satu dari mereka bahkan mengambil buku yang dibawanya dan melemparkannya ke lantai, hanya untuk melihat reaksinya. Rina merasa sangat malu dan terhina, tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.
Di kelas, bullying semakin menjadi-jadi. Beberapa teman sekelas Rina mulai mengejeknya di depan teman-teman lainnya, membuatnya merasa semakin terasingkan. Rina merasa sangat kesepian, dan setiap hari dia merasa cemas untuk pergi ke sekolah.
Suatu hari, Rina memutuskan untuk berbicara kepada gurunya, Ibu Maya. Ibu Maya adalah seorang guru yang selalu peduli dengan murid-muridnya, dan Rina merasa bahwa hanya dia yang bisa membantunya. Dengan air mata yang mengalir, Rina menceritakan apa yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Ibu Maya sangat terkejut mendengar cerita Rina dan segera melaporkan kasus bullying tersebut kepada kepala sekolah. Mereka menyusun sebuah program untuk mengedukasi seluruh siswa tentang bahaya bullying dan pentingnya saling menghormati. Selain itu, mereka juga memberikan dukungan kepada Rina agar dia merasa aman di sekolah.
Dalam beberapa minggu berikutnya, siswa-siswa yang terlibat dalam bullying diberi pembelajaran tentang empati dan bagaimana perlakuan buruk terhadap teman dapat merusak perasaan orang lain. Rina mulai merasa lebih dihargai, dan teman-teman sekelasnya mulai mendekatinya dengan sikap yang lebih baik.
Akhirnya, meskipun prosesnya tidak mudah, Rina mulai merasa lebih percaya diri. Dia belajar bahwa tidak ada yang boleh diperlakukan dengan cara yang tidak adil, dan bahwa berbicara tentang masalah adalah langkah pertama untuk menghentikan bullying.
Cerita ini mengajarkan kita pentingnya mengenali tanda-tanda bullying, berani berbicara, dan mencari bantuan untuk menghentikan perlakuan yang tidak adil. Setiap orang berhak untuk merasa aman dan dihormati di sekolah.